LAPORAN TUGAS AKHIR
PROJECT WORK
BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brasica Juncea)
SECARA HIDROPONIK
DISUSUN OLEH:
1. Ainun najib
2. Dian bayu krisna
3. Edi efana
4. Farid mugtafi
5. Joko tritunggal
6. Puput daniyarti
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMK N1(STM PEMBANGUNAN )
TEMANGGUNG
TH 2011/2012
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS AKHIR /PROJECT WORK
Satuan Pendidikan:Sekolah Menengah Kejuruan
Progam keahlian:Budidaya Tanaman Perkebunan
Nama peserta:
1. Ainun najib
2. Dian bayu krisna
3. Edi efana
4. Farid mugtafi
5. Joko tritunggal
6. Puput daniyarti
Laporan ini disusun atas dasar terselesainya Tugas Akhir /Projec Work
Agribisnis Budidaya tanaman sawi (Brasica juncea) Secara Hidroponik
Temanggung, November 2011
Praktikan
Penyusun
KATA PENGANTAR
Puji syukur pengarang panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Tugas ini tanpa halangtan suatu apapun
Laporan ini disusun sebagai bukti pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Budidaya tanaman sawi (Brasica juncea) secara hidroponik
Dalam penyusunan Laporan ini,penyusun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada;
1.Drs Purwono,selaku kepala SMK Negeri 1 Temanggung
2.Ida Loeh Sawitri selaku guru pembimbing
3.Semua pihak yang membantu menyelesaikan laporan ini
Penyusun berharap saran dan kritik dari semua pihak yang telah membaca laporan ini demi kesempurnaan dalam penyusunsn laporan ini sehingga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian
Temanggung, November 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL 1
KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4
I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 5
B. Tujuan 5
II.PROSES PRODUKSI
A. Tempat Dan Waktu Pelaksanan 6
B. Alat Dan Bahan 6
C. Gambar Kerja 7
D. Proses Pengerjaan 8
III.TEMUAN
A. Keterlaksanaan 10
B. Manfaat yang dirasa 11
C. Pengembangan 11
IV.PEMBAHASAN 12
V. KESIMPULAN DAN SARAN 13
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Penyusun Laporan Tugas Akhir ini mempunyai maksud sebagai salah satu syarat memenuhi tugas akhir mata pelajaran Hidroponik
Penyusun an laporan ini berdasarkan hasil dari Tugas Akhir Agribisnis Budidaya Tanaman Timun Secara Hidroponik yang telah dilaksanakanoleh siswa tingkat 3 Bidang Keahlian Budidaya Tanaman,sehingga laporan ini berisi tentang semua kegiatanTugas Akhir,dari proses kegiatan budidaya dari awal hingga akhir dan kegiatan pemasaran
Sehingga dengan penyusunan laporan ini di harap kan penyusun dapat memilikikompetensi dibidang teknik bididaya tanaman dan memiliki managemen yang baik dalam berbisnis.
Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran.
B. Tujuan
Tujuan dri pembuatan laporan kegiatan tugas akhir Budidaya Tanaman Timun
1.Sebagai pertanggungjawaban atas terselesainya kegiatan Tugas Akhir yang telah dilaksanakan
2.Mengatur kemampuan siswa dalam budidaya tanamn timun secara hidroponik
3.Sebagai panduan dalam melakukan presentasi
BAB II
PROSES PRODUKSI
A.Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Agribisnis Budidaya Tanaman Timun (Cucumis Sativus) secara hidroponik dilaksanakan di greenhouse belakang gudang traktor. Dan pelaksanaan dari penanaman sampai panen terakhir yaitu 28 September - 30 Desember 2011.
B.Alat dan Bahan
NO Alat dan Bahan Jumlah Satuan
1 Benih Timun 21 Buah
2 Pupuk Kandang 3 Ember
3 Arang Sekam 12 Ember
4 Polibag 21 Buah
5 Turus 21 Buah
6 Rafia 5 Meter
7 Furadan 20 Gram
8 Growmore 50 Gram
9 Urea 11,5 Gram
10 EM 4 50 cc
11 Cangkul 1 Buah
12 Ember 2 Buah
C.Gambar Kerja/Diagram Alir Kerja
Perencanaan
Pemilihan lokasi
Pemuliaan benih
Pengolahan Tempat Budidaya
Penyiapan media
Penanaman
Penyiangan
Penyiangan
Penyulaman
Pemasaangan turus
pengikatan
Pemupukan susulan
Panen
PLP
Pemasaran
D.Proses Pengerjaan
1.Perencanaan
Meliputi pembuatan proposal dan survey.
2.Pemilihan Lokasi
Lokasi budidaya telah ditentukan sekolah yaitu green house belakang gudang traktor.
3.Pengolahan Lahan
Tanah/lahan tempat budidaya dibersihkan dari gulma –gulma liar dan dibuat agar rata dan dipasang paranet.
4.Penyiapan Media
Media yaitu Arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1.Campur rata dan masukan ke polibag setelah dimasukan tata polibag ketempat budidaya.
5.Pemilihan Benih
Benih yang digunakan adalah benih timun yang telah dikecambahkan.
6.Penanaman
Dibuat lubang Tanam pada media ke dalam karang lebih 2 cm dan tutup kembali dengan media yang digunakan sbelum penanaman media disiram terlebih dahulu,setelah ditutup media diberi furadan agar tidak terserang hama .
7 .Pengairan
Dilakukan setiap hari karena media tanaman porus dan tanaman selalu membutuhkan air dalam jumlah banyak .
8.Penyulaman
Dilakukan mulai dari tanaman berumur 1 minggu setelah tanam sampai berumur 10 hari setelah tanam bila ada tananm yang mati.Penyulaman ini dilakukan untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh dan mati.Cara penyulaman seperti cara penanaman timun.
9.Penyiangan
Dilakukan setiap waktu bila tumbuh gulma karena gulma mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
10.Pemasangan Turus
Turus dipasang saat tanaman mulai tumbuh kurang lebih 15 hari setelah tanam. Caranya pemasangannya yaitu turus ditancapkan disebelh polibag.
11.Pemupukan Susulan/pemberian nutrisi
Dilakukan segera setelah tanaman tumbuh
-Pupuk UREA yaitu dilarutkan kedalam air dengan dosis 0,5 gr/tanaman.
-Furadan yaitu ditaburkan pada pangkal batang dan titik tumbuh tanaman.
-Growmore yaitu dilarutkan dalam air dengan dosis 1 gr untuk 0,5 liter air.
-EM 4 yaitu dilarutkan dalam air dengan dosis 1 tutup botol kedalam 5 liter air.
Dalam pemberian nutrisi harus sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan karena unsure hara yang tersedia dalam media sangat terbatas.
12.Panen
Panen pertama kali dilakukan saat tanamn berumur karang lebih 36 hari setelah tanam pemanenen dilakukan tiap ada buah timun yang telah memenuhi criteria panen .Panen dilakukan terus menerus hingga tananman mati.
Adapun Kriteria buah timun (Cucumis Sativus) siap panen adalah
-Buah sudah besar.
-Permukaa sedikit halus.
13.PLP(Penanganan Lepas Panen)
Setelah panen ,timun disortir antara yang bagus dan jejek,kemudian dikemas dengan kantog plastik.
14.Pemasaran
Pemasaran dilakukan dengan cara menjual langsung ke konsumen.
BAB lll
A. Keterlaksanaan (faktorpendukung dan penghambat)
1.Faktor Pendukung
a.Lokasi penanaman
Lokasi penanaman atau budidaya timun bertempat di dalam kampus,tepatnya di belakang gudang traktor.Lokasi lahan dekat sumbr air sehingga tidak kesulitan untuk memperoleh air.
Baik untuk keperluan menyiram maupun unuk kepeluan pemberian nitrisi.
b.Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk budidaya tanaman timun ini mudah diperoleh dan banyak tersedia baik iu milik pribadi pinjam dari sekolah maupun membeli di toko saprodi.
c.Pemasaran
Pemasaran di lakukukan dengan cara menjual produk secara langsung ke konsumen sehingga mempunyai harga jual yang tinggi .
2.Faktor Penghambat
a.Luasaan areal usuha/Skala usaha
Luasan areal usaha yang kecil mengakibatkan penggunaan sarana produksi seperti benih,pupuk ,pestisida dll tidak efisien karena jumlah sarana produksi yang dibutuhkan/ diaplikasikan sedikit.Padahal,sarana produksi tersebut hanya dapat diperoleh dalam jumlah besar.Hal ini mengakibatkan beban atau biaya produksi menjadi besar dan akan mengurangi keuntungan.
b.Serangan Hama
Walaupun dampak yang ditimbulkan oleh serangan hama tidak besar ‘tetapi tetap saja menurunkan hasil produksi dan menambah biaya usaha karena harus mengeluarkan biaya untuk melakukan pengendalian hama.
B. Manfaat yang dirasakan
Manfaat yang dirasakan dalam budidaya tanaman timun adalah
1.Menumbuhkan jiwa wirausaha khususnya dalam agribisnis budidaya timun
2.Meningkatkan rasa tanggungjawab dari kegiatan yang telah dilaksanakan
3.Meningkatkan keterampilan dalam budidaya tanaman
4.Menambah pengalaman berinteraksi dengan orang lain
C. Pengembangan atau tindak lanjut
Berdasarkan apa yang telah penyusun peroleh darn kegiatan budidaya timun ini penyusun mengetahui bahwa timun memiliki peluang pasar yang pasti .
BAB IV
PEMBAHASAN
Dari kegiatan budidaya timun secara hidroponik ,ditemukan beberapa faktor penghambat, antara lain:
1.Cuaca dan Kelembaban
Curah hujan yang banyak menerpa akhir –akhir ini banyak menjadi faktor penghambat jalanya produksi ,selain menimbulkan berbagai penyakit karena lingkungan yang lembab atap greenhouse yang terbuat dari plastik sehingga jadi pada saat hujan deras bias roboh karena tidak mampu menahan air hujan.
2.Intensitas cahaya
Intensitas cahaya juga mempengaruhi proses produksi ,cahaya sangat di butuhkan dalam kegiatan budidaya ,jadi lingkungan sekitar budidaya harus bersih.
Selain itu kegagalan dalam produksi di karenakan factor manusianya juga misalkan kurang dalam perawatan sehingga tanaman kurang maksimal dalam petumbuhanya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Dari kegiatan budidaya tanaman timun secara hidroponik dapat disimpulkan :
1.Perlunya tindak lanjut untuk kegiatan produksi selanjutnya.
2.Pentingnya menambah sarana dan prasarana untuk membantu kelancaran proses produksi.
3.Lebih memperhatikan tempat untuk kegiatan produksi,agar faktor penghambat dan kegagalan dapat ditekan sekecil mungkin.
B.Saran
Saran-saran yang dapat penulis berikan antara lain:
1.Proses budidaya Produksi timun secara hidroponik pada skala yang lebih besar agar keuntungan yang didapat lebih maksimal.
2.Lokasi budidaya disiapkan sebaik mungkin agar pertumbuhan tanamn dapat maksimal sehingga keuntungan yang di dapat lebih maksimal .
PROJECT WORK
BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brasica Juncea)
SECARA HIDROPONIK
DISUSUN OLEH:
1. Ainun najib
2. Dian bayu krisna
3. Edi efana
4. Farid mugtafi
5. Joko tritunggal
6. Puput daniyarti
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMK N1(STM PEMBANGUNAN )
TEMANGGUNG
TH 2011/2012
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS AKHIR /PROJECT WORK
Satuan Pendidikan:Sekolah Menengah Kejuruan
Progam keahlian:Budidaya Tanaman Perkebunan
Nama peserta:
1. Ainun najib
2. Dian bayu krisna
3. Edi efana
4. Farid mugtafi
5. Joko tritunggal
6. Puput daniyarti
Laporan ini disusun atas dasar terselesainya Tugas Akhir /Projec Work
Agribisnis Budidaya tanaman sawi (Brasica juncea) Secara Hidroponik
Temanggung, November 2011
Praktikan
Penyusun
KATA PENGANTAR
Puji syukur pengarang panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Tugas ini tanpa halangtan suatu apapun
Laporan ini disusun sebagai bukti pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Budidaya tanaman sawi (Brasica juncea) secara hidroponik
Dalam penyusunan Laporan ini,penyusun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada;
1.Drs Purwono,selaku kepala SMK Negeri 1 Temanggung
2.Ida Loeh Sawitri selaku guru pembimbing
3.Semua pihak yang membantu menyelesaikan laporan ini
Penyusun berharap saran dan kritik dari semua pihak yang telah membaca laporan ini demi kesempurnaan dalam penyusunsn laporan ini sehingga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian
Temanggung, November 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL 1
KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4
I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 5
B. Tujuan 5
II.PROSES PRODUKSI
A. Tempat Dan Waktu Pelaksanan 6
B. Alat Dan Bahan 6
C. Gambar Kerja 7
D. Proses Pengerjaan 8
III.TEMUAN
A. Keterlaksanaan 10
B. Manfaat yang dirasa 11
C. Pengembangan 11
IV.PEMBAHASAN 12
V. KESIMPULAN DAN SARAN 13
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Penyusun Laporan Tugas Akhir ini mempunyai maksud sebagai salah satu syarat memenuhi tugas akhir mata pelajaran Hidroponik
Penyusun an laporan ini berdasarkan hasil dari Tugas Akhir Agribisnis Budidaya Tanaman Timun Secara Hidroponik yang telah dilaksanakanoleh siswa tingkat 3 Bidang Keahlian Budidaya Tanaman,sehingga laporan ini berisi tentang semua kegiatanTugas Akhir,dari proses kegiatan budidaya dari awal hingga akhir dan kegiatan pemasaran
Sehingga dengan penyusunan laporan ini di harap kan penyusun dapat memilikikompetensi dibidang teknik bididaya tanaman dan memiliki managemen yang baik dalam berbisnis.
Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran.
B. Tujuan
Tujuan dri pembuatan laporan kegiatan tugas akhir Budidaya Tanaman Timun
1.Sebagai pertanggungjawaban atas terselesainya kegiatan Tugas Akhir yang telah dilaksanakan
2.Mengatur kemampuan siswa dalam budidaya tanamn timun secara hidroponik
3.Sebagai panduan dalam melakukan presentasi
BAB II
PROSES PRODUKSI
A.Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Agribisnis Budidaya Tanaman Timun (Cucumis Sativus) secara hidroponik dilaksanakan di greenhouse belakang gudang traktor. Dan pelaksanaan dari penanaman sampai panen terakhir yaitu 28 September - 30 Desember 2011.
B.Alat dan Bahan
NO Alat dan Bahan Jumlah Satuan
1 Benih Timun 21 Buah
2 Pupuk Kandang 3 Ember
3 Arang Sekam 12 Ember
4 Polibag 21 Buah
5 Turus 21 Buah
6 Rafia 5 Meter
7 Furadan 20 Gram
8 Growmore 50 Gram
9 Urea 11,5 Gram
10 EM 4 50 cc
11 Cangkul 1 Buah
12 Ember 2 Buah
C.Gambar Kerja/Diagram Alir Kerja
Perencanaan
Pemilihan lokasi
Pemuliaan benih
Pengolahan Tempat Budidaya
Penyiapan media
Penanaman
Penyiangan
Penyiangan
Penyulaman
Pemasaangan turus
pengikatan
Pemupukan susulan
Panen
PLP
Pemasaran
D.Proses Pengerjaan
1.Perencanaan
Meliputi pembuatan proposal dan survey.
2.Pemilihan Lokasi
Lokasi budidaya telah ditentukan sekolah yaitu green house belakang gudang traktor.
3.Pengolahan Lahan
Tanah/lahan tempat budidaya dibersihkan dari gulma –gulma liar dan dibuat agar rata dan dipasang paranet.
4.Penyiapan Media
Media yaitu Arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1.Campur rata dan masukan ke polibag setelah dimasukan tata polibag ketempat budidaya.
5.Pemilihan Benih
Benih yang digunakan adalah benih timun yang telah dikecambahkan.
6.Penanaman
Dibuat lubang Tanam pada media ke dalam karang lebih 2 cm dan tutup kembali dengan media yang digunakan sbelum penanaman media disiram terlebih dahulu,setelah ditutup media diberi furadan agar tidak terserang hama .
7 .Pengairan
Dilakukan setiap hari karena media tanaman porus dan tanaman selalu membutuhkan air dalam jumlah banyak .
8.Penyulaman
Dilakukan mulai dari tanaman berumur 1 minggu setelah tanam sampai berumur 10 hari setelah tanam bila ada tananm yang mati.Penyulaman ini dilakukan untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh dan mati.Cara penyulaman seperti cara penanaman timun.
9.Penyiangan
Dilakukan setiap waktu bila tumbuh gulma karena gulma mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
10.Pemasangan Turus
Turus dipasang saat tanaman mulai tumbuh kurang lebih 15 hari setelah tanam. Caranya pemasangannya yaitu turus ditancapkan disebelh polibag.
11.Pemupukan Susulan/pemberian nutrisi
Dilakukan segera setelah tanaman tumbuh
-Pupuk UREA yaitu dilarutkan kedalam air dengan dosis 0,5 gr/tanaman.
-Furadan yaitu ditaburkan pada pangkal batang dan titik tumbuh tanaman.
-Growmore yaitu dilarutkan dalam air dengan dosis 1 gr untuk 0,5 liter air.
-EM 4 yaitu dilarutkan dalam air dengan dosis 1 tutup botol kedalam 5 liter air.
Dalam pemberian nutrisi harus sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan karena unsure hara yang tersedia dalam media sangat terbatas.
12.Panen
Panen pertama kali dilakukan saat tanamn berumur karang lebih 36 hari setelah tanam pemanenen dilakukan tiap ada buah timun yang telah memenuhi criteria panen .Panen dilakukan terus menerus hingga tananman mati.
Adapun Kriteria buah timun (Cucumis Sativus) siap panen adalah
-Buah sudah besar.
-Permukaa sedikit halus.
13.PLP(Penanganan Lepas Panen)
Setelah panen ,timun disortir antara yang bagus dan jejek,kemudian dikemas dengan kantog plastik.
14.Pemasaran
Pemasaran dilakukan dengan cara menjual langsung ke konsumen.
BAB lll
A. Keterlaksanaan (faktorpendukung dan penghambat)
1.Faktor Pendukung
a.Lokasi penanaman
Lokasi penanaman atau budidaya timun bertempat di dalam kampus,tepatnya di belakang gudang traktor.Lokasi lahan dekat sumbr air sehingga tidak kesulitan untuk memperoleh air.
Baik untuk keperluan menyiram maupun unuk kepeluan pemberian nitrisi.
b.Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk budidaya tanaman timun ini mudah diperoleh dan banyak tersedia baik iu milik pribadi pinjam dari sekolah maupun membeli di toko saprodi.
c.Pemasaran
Pemasaran di lakukukan dengan cara menjual produk secara langsung ke konsumen sehingga mempunyai harga jual yang tinggi .
2.Faktor Penghambat
a.Luasaan areal usuha/Skala usaha
Luasan areal usaha yang kecil mengakibatkan penggunaan sarana produksi seperti benih,pupuk ,pestisida dll tidak efisien karena jumlah sarana produksi yang dibutuhkan/ diaplikasikan sedikit.Padahal,sarana produksi tersebut hanya dapat diperoleh dalam jumlah besar.Hal ini mengakibatkan beban atau biaya produksi menjadi besar dan akan mengurangi keuntungan.
b.Serangan Hama
Walaupun dampak yang ditimbulkan oleh serangan hama tidak besar ‘tetapi tetap saja menurunkan hasil produksi dan menambah biaya usaha karena harus mengeluarkan biaya untuk melakukan pengendalian hama.
B. Manfaat yang dirasakan
Manfaat yang dirasakan dalam budidaya tanaman timun adalah
1.Menumbuhkan jiwa wirausaha khususnya dalam agribisnis budidaya timun
2.Meningkatkan rasa tanggungjawab dari kegiatan yang telah dilaksanakan
3.Meningkatkan keterampilan dalam budidaya tanaman
4.Menambah pengalaman berinteraksi dengan orang lain
C. Pengembangan atau tindak lanjut
Berdasarkan apa yang telah penyusun peroleh darn kegiatan budidaya timun ini penyusun mengetahui bahwa timun memiliki peluang pasar yang pasti .
BAB IV
PEMBAHASAN
Dari kegiatan budidaya timun secara hidroponik ,ditemukan beberapa faktor penghambat, antara lain:
1.Cuaca dan Kelembaban
Curah hujan yang banyak menerpa akhir –akhir ini banyak menjadi faktor penghambat jalanya produksi ,selain menimbulkan berbagai penyakit karena lingkungan yang lembab atap greenhouse yang terbuat dari plastik sehingga jadi pada saat hujan deras bias roboh karena tidak mampu menahan air hujan.
2.Intensitas cahaya
Intensitas cahaya juga mempengaruhi proses produksi ,cahaya sangat di butuhkan dalam kegiatan budidaya ,jadi lingkungan sekitar budidaya harus bersih.
Selain itu kegagalan dalam produksi di karenakan factor manusianya juga misalkan kurang dalam perawatan sehingga tanaman kurang maksimal dalam petumbuhanya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Dari kegiatan budidaya tanaman timun secara hidroponik dapat disimpulkan :
1.Perlunya tindak lanjut untuk kegiatan produksi selanjutnya.
2.Pentingnya menambah sarana dan prasarana untuk membantu kelancaran proses produksi.
3.Lebih memperhatikan tempat untuk kegiatan produksi,agar faktor penghambat dan kegagalan dapat ditekan sekecil mungkin.
B.Saran
Saran-saran yang dapat penulis berikan antara lain:
1.Proses budidaya Produksi timun secara hidroponik pada skala yang lebih besar agar keuntungan yang didapat lebih maksimal.
2.Lokasi budidaya disiapkan sebaik mungkin agar pertumbuhan tanamn dapat maksimal sehingga keuntungan yang di dapat lebih maksimal .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar